terangkita.com - Program Microsoft
Elevate Training Center (METC) menjadi salah satu inisiatif global dalam
pengembangan talenta digital, khususnya di bidang Artificial Intelligence (AI).
Program ini merupakan kolaborasi antara Microsoft dan Dicoding yang bertujuan
mencetak generasi muda unggul dengan kompetensi teknologi masa depan. Dengan
skala nasional dan target puluhan ribu peserta, METC menghadirkan pelatihan
intensif, sertifikasi global, hingga kompetisi inovasi berbasis teknologi.
Ketua STMIK TIME, Dr. Edi
Wijaya, M.Kom., menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa yang berhasil menembus
program bergengsi ini. Didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Akademik Hendri, M.Kom dan
Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Feriani Astuti Tarigan, M.Kom., M.M., beliau menegaskan
bahwa prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas pendidikan di STMIK TIME dalam
menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global, khususnya di era
transformasi digital.
Senada dengan itu, Ketua
Program Studi Teknik Informatika Robet, M.Kom, bersama Ketua Program Studi Sistem
Informasi Johanes Terang Kita Perangin Angin, S,Kom., M.TI., menyampaikan bahwa keberhasilan
ini merupakan hasil dari pembelajaran berbasis praktik dan penguatan kompetensi
mahasiswa di bidang teknologi terkini. Mereka menilai bahwa keterlibatan
mahasiswa dalam program seperti METC mampu meningkatkan daya saing serta
membuka peluang karier di industri teknologi global.
Tarq Hilmar Siregar,
mahasiswa Program Studi Teknik Informatika semester VIII STMIK TIME yang
terpilih sebagai Fasilitator METC 2025–2026, mengungkapkan rasa syukur dan
bangganya atas pencapaian tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses seleksi yang
dilalui cukup menantang, namun memberikan pengalaman berharga dalam
meningkatkan kemampuan teknis maupun soft skill. Ia juga berkomitmen untuk
menjalankan peran sebagai fasilitator dengan maksimal dalam mendampingi peserta
program.
Tim Microsoft Elevate
Training Center menjelaskan bahwa fasilitator merupakan bagian penting dalam
keberhasilan program, karena berperan langsung dalam mendampingi peserta pada
tahap lanjutan pembelajaran. Para fasilitator dipilih melalui proses seleksi
ketat dengan mempertimbangkan kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, serta
komitmen dalam pengembangan ekosistem digital.
Program METC sendiri
dirancang dengan pendekatan pembelajaran komprehensif, mulai dari
self-learning, pelatihan intensif bersama instruktur, hingga kegiatan hackathon
dan innovation expo. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga
pengalaman praktik langsung dalam menyelesaikan permasalahan berbasis
teknologi.
Fokus utama pelatihan dalam
program ini meliputi berbagai bidang strategis seperti Artificial Intelligence,
Machine Learning, Data Science, serta pengembangan aplikasi berbasis cloud
menggunakan teknologi Microsoft Azure. Hal ini menjadikan METC sebagai salah
satu program pelatihan paling relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Keberhasilan Tarq Hilmar
Siregar menjadi fasilitator juga mencerminkan kesiapan generasi muda Indonesia
dalam menghadapi era digital. Dengan kompetensi yang dimiliki, mahasiswa tidak
hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan sebagai penggerak
inovasi di masyarakat.
Capaian ini diharapkan dapat
menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya di STMIK TIME untuk terus
mengembangkan diri dan berani mengikuti program-program berskala nasional
maupun internasional. Dukungan dari institusi dan lingkungan akademik menjadi
faktor penting dalam mendorong lahirnya talenta-talenta unggul.
Dengan terpilihnya mahasiswa sebagai fasilitator dalam program METC 2025–2026, STMIK TIME kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi dalam ekosistem teknologi global. Prestasi ini menjadi langkah nyata menuju masa depan pendidikan yang lebih adaptif dan inovatif.
Viewers