Mahasiswa STMIK TIME Tembus Top 1.000 Dunia di Kompetisi AI Global Amazon Web Services

terangkita.com - Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika STMIK TIME, Tarq Hilmar Siregar, menorehkan prestasi internasional dengan terpilih sebagai Top 1.000 Semi-finalists pada ajang bergengsi 10,000 AIdeas Competition yang diselenggarakan oleh Amazon Web Services (AWS). Dari ribuan peserta global, proyek inovatif yang ia kembangkan berhasil melaju ke fase pengembangan lanjutan.

Proyek bertajuk RiceGuard AI menghadirkan solusi deteksi dini penyakit tanaman padi berbasis kecerdasan buatan. Sistem ini memungkinkan petani mengidentifikasi penyakit hanya melalui foto tanaman, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat guna.

Selain deteksi instan, RiceGuard AI memberikan rekomendasi penanganan yang mudah dipahami oleh petani melalui teknologi generatif dari Amazon Bedrock. Pendekatan ini dirancang agar informasi teknis dapat diterjemahkan menjadi panduan praktis yang humanis bagi pengguna di lapangan.

Sistem juga dilengkapi fitur geospatial heatmap yang berfungsi sebagai peringatan dini penyebaran penyakit tanaman. Melalui pemantauan wilayah secara real-time, komunitas petani dapat mengambil langkah pencegahan kolektif guna menjaga stabilitas hasil panen dan memperkuat ketahanan pangan.

Dari sisi teknologi, RiceGuard AI dibangun dengan arsitektur serverless yang memungkinkan skalabilitas tinggi tanpa pengelolaan server fisik. Infrastruktur aplikasi memanfaatkan layanan AWS Amplify dan Amazon API Gateway sebagai tulang punggung distribusi sistem.

Pemrosesan klasifikasi AI dijalankan secara asinkron menggunakan AWS Lambda, sementara pengelolaan data spasial penyakit disimpan melalui Amazon DynamoDB. Arsitektur ini memastikan performa cepat, efisiensi biaya dalam batas AWS Free Tier, serta keamanan data melalui mekanisme unggah dan kontrol akses terproteksi.

Tarq Hilmar Siregar menyampaikan bahwa pengembangan RiceGuard AI dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap ketahanan pangan lokal. Ia juga aktif dalam komunitas AWS di Medan dan terus mengembangkan keahlian di bidang Cloud Engineering untuk memperkuat solusi berbasis teknologi.

Dengan keberhasilan menembus tahap semi-final, RiceGuard AI berpeluang dikembangkan lebih lanjut dalam fase berikutnya kompetisi global tersebut. Prestasi ini menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia sekaligus menghadirkan solusi teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

post post